Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal Janganlah luput dari amalan yang utama ini, wahai saudaraku. Dari
Abdullah bin As Saib, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu
alaihi wa sallam biasa menunaikan shalat 4 rakaat (2 rakaat salam, 2
rakaat salam) setelah waktu zawal (matahari bergeser ke barat), sebelum
shalat zhuhur (dilaksanakan).
Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ini adalah waktu dibukakannya pintu langit. Aku suka jika amalan sholehku naik pada saat itu. (HR. Tirmidzi no. 478. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Ahmad Syakir menshohihkan hadits ini). Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat 4 rakaat sebelum zhuhur. Shalat ini biasa disebut pula dengan shalat zawal dan dia termasuk shalat rawatib qobliyah zhuhur.
Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Ini adalah waktu dibukakannya pintu langit. Aku suka jika amalan sholehku naik pada saat itu. (HR. Tirmidzi no. 478. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Ahmad Syakir menshohihkan hadits ini). Hadits ini menunjukkan keutamaan shalat 4 rakaat sebelum zhuhur. Shalat ini biasa disebut pula dengan shalat zawal dan dia termasuk shalat rawatib qobliyah zhuhur.
Seputar Shalat Sunnah Rawatib Zhuhur
Shalat rawatib zhuhur dapat dikerjakan dengan 3 cara berikut. 1.
Shalat 4 rakaat sebelum dan 4 rakaat sesudahnya. 2. Shalat 4 rakaat
sebelum dan 2 rakaat sesudahnya. 3. Shalat 2 rakaat sebelum dan 2 rakaat
sesudahnya.
Semua cara ini bisa dikerjakan. Di antara dalil yang menunjukkan rincian di atas adalah :
Pertama
Dari Ummu Habibah, beliau mengatakan bahwa beliau mendengar
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa menjaga
shalat 4 rakaat sebelum zhuhur dan 4 rakaat sesudahnya, maka Allah
mengharamkan neraka baginya.(HR. Tirmidzi no. 428 dan Ibnu Majah no.
1160. Syaikh Al Albani menshohihkan hadits ini dalam Shohih wa Dhoif
Sunan Ibnu Majah). Hadits ini menunjukkan dianjurkannya mengerjakan shalat 4 rakaat
sebelum dan sesudah zhuhur, juga keutamaan bagi yang selalu
merutinkannya.
Kedua
Dari Abdullah bin Syaqiq, beliau mengatakan bahwa beliau menanyakan
pada Aisyah tentang shalat sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa
sallam. Aisyah lantas menjawab, Beliau biasanya mengerjakan shalat 4
rakaat sebelum zhuhur di rumahku. Lalu beliau keluar untuk shalat zhuhur
bersama para sahabat. Kemudian beliau masuk rumah dan mengerjakan
shalat 2 rakaat.
Hadits ini menunjukkan disyariatkannya pula shalat 4 rakaat sebelum
dan 2 rakaat sesudah zhuhur. Namun perlu diperhatikan bahwa mengerjakan
shalat 4 rakaat di sini adalah dengan 2 rakaat kemudian salam dan 2
rakaat kemudian salam. Karena keumuman hadits tadi dikhususkan dengan
hadits : Shalat sunnah pada malam dan siang hari adalah dengan 2 rakaat salam dan 2 rakaat salam.(HR. An Nasai dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dhoif Sunan Ibnu Majah menshohihkan hadits ini)
Ketiga
Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan, Aku menghafal dari Nabi
shallallahu alaihi wa sallam 10 rakaat : 2 rakaat sebelum zhuhur dan 2
rakaat sesudahnya. Hadits ini menunjukkan disyariatkannya pula shalat 2 rakaat sebelum
dan 2 rakaat sesudah zhuhur. Intinya, setiap muslim bisa memilih ketiga
cara ini, bahkan bisa berganti-ganti. Bagaimana jika luput dari shalat 4 rakaat sebelum zhuhur?
Kalau luput dari shalat 4 rakaat sebelum zhuhur maka boleh
mengerjakannya ketika selesai melaksanakan shalat zhuhur.
Dalilnya
adalah :
Aisyah mengatakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika
luput mengerjakan 4 rakaat sebelum zhuhur, beliau mengerjakannya sesudah
melaksanakan shalat zhuhur.
Bagaimana jika luput dari dua rakaat bada zhuhur?
Boleh mengqodho shalat ini setelah shalat ashar sebelum matahari
menguning, namun hendaknya hal ini tidak dijadikan kebiasaan. Dalam
shohih Bukhari Muslim diceritakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa
sallam pernah disibukkan dengan masuk islamnya beberapa orang dari kaum
Abdul Qoys. Lalu beliau luput dari shalat 2 rakaat bada zhuhur dan
mengqodhonya setelah shalat ashar. Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh
Allah melaksanakan amalan ini.
Ingatlah saudaraku bahwa orang yang senantiasa melaksanakan amalan
wajib, lalu menyempurnakannya dengan amalan sunnah, mereka inilah
orang-orang yang termasuk wali Allah yang disebut As Sabiquun Al
Muqorrobun. Mereka inilah yang akan mendapatkan keutamaan sebagaimana
disebutkan dalam Hadits Wali. Allah akan senantiasa memberi petunjuk
pada penglihatan, pendengaran, kaki dan tangan mereka. Jika orang
seperti ini meminta pada Allah, niscaya Allah akan memberinya. Jika dia
meminta perlindungan pada Allah, niscaya Allah akan melindunginya.
Ya Allah, kami meminta pada-Mu surga dan segala sesuatu yang
mendekatkan kami padanya. Ya Allah kami berlindung pada-Mu dari neraka
dan segala sesuatu yang mendekatkan kami padanya.
Sumber rujukan :
Bugyatul Mutathowwi fi Sholatit Tathowwu, Muhammad bin Umar bin
Salim Al Bazmul ;
Al Adzkar, An Nawawi ; Al Furqon, Ibnu Taimiyah.
Disusun bada zhuhur ketika turun berkah hujan, di Panggang-GK,17 Dzulqodah 1429 Muhammad Abduh Tuasikal






0 komentar:
Posting Komentar